David-Alaba-Portugal-Austria-EURO-2016

VIPSB8 – Kapten Austria Christian Fuchs membela rekan setimnya David Alaba dan percaya pemain Bayern Munchen itu memiliki “pengaruh besar” pada saat melawan Islandia.

Alaba yang bermain di full-back untuk klubnya, tapi digeser ke lini tengah ketika pergi untuk tugas nasional, sejauh ini ia telah berjuang untuk membuat dampak di Euro 2016.

Pelatih Marcel Koller telah memainkan Alaba di peran nomor 10 melawan Portugal pada hari Sabtu, pemain 23 tahun itu adalah seorang tokoh yang vital sebelum diganti pada paruh babak kedua.

Fuchs merasa rekan senegaranya itu telah mendapat beberapa kritik yang tidak adil selama Kejuaraan Eropa berlangsung, karena tim Austria adalah lebih dari satu orang.

“Sudah jelas ia bermain untuk Bayern Munchen dan pernah memenangkan Liga Champions, semua fokusnya adalah pada dirinya,” ucapnya.

“Saya tidak berpikir itu adil kepadanya. Dia hanya bagian dari sebuah tim di sini.”

“Kita sebagai Austria melihat tim sebagai bintang kita, bukan salah satu pemain tertentu.”

“Tentunya ia akan melakukan dengan baik untuk membantu tim. Saya percaya besok dia akan memainkan permainan yang bagus, bersama dengan semua orang lain.”

Austria belum menemukan bentuk permainan terbaik selama di Euro 2016 tapi Fuchs yakin mereka bisa memecahkan telur mereka ketika melawan Islandia yang telah berhasil melalui pertandingan dengan sepasang skor 1-1, hal yang menarik selama turnamen di Perancis ini berlangsung.

Jika Austria berhasil meraih kemenangan di Stade de France, mereka akan membuat sejarah. Yang mana mereka sebelumnya tidak pernah melampaui dari tahap grup di Kejuaraan Eropa.

“Apa yang kami tampilkan sebagai tim pada saat melawan Portugal, itu adalah sebuah hal yang cukup positif,” ucap bek Leicester City.

“Mungkin kita tidak kuat dalam lini serangan tapi kami tidak memiliki terlalu banyak peluang. Dari sudut pandang taktis, kami cukup menyerang dan selalu berbahaya dengan serangan balik kami.”

“Kami tahu apa pertandingan melawan Islandia adalah sangat krusial, kami akan melakukan segalanya. Kami akan berjuang sampai detik terakhir.”

“Kami telah melakukan sebuah langkah kemajuan pada saat melawan Portugal dan sekarang kita harus lebih efisien dalam menyerang.”