portugal-winner-uefa-euro-2016

VIPSB8 – Cristiano Ronaldo telah memenuhi harapan Portugal untuk meraih piala EURO 2016 dan menempatkan dirinya sebagai kandidat kuat pemenang Ballon d’Or.

Fernando Santos selalu mengandalkan Ronaldo pada gelaran Euro 2016 ini yang berhasil mereka raih tetapi tidak bisa mengatur kemenangan tanpa dia. Untuk sebuah negara mereka gagal menghasilkan striker murni yang berkualitas, tapi Portugal tentu memilih saat yang tepat untuk memperkenalkan Eder. Sampai di final ia diperkenalkan dengan mengorbankan Renato Sanches, Santos telah membuat keputusan dengan dan Ronaldo sebagai pilihan mencolok utamanya ditarik keluar pada laga final.

Ronaldo yang mengalami cedera pada menit ke-25 mengarahkan pasukannya dari ruang istirahat, berjalan bersama dengan pelatihnya mencoba untuk mempengaruhi permainan dengan cara apapun yang dia bisa.

Portugal membeku di saat-saat Ronaldo cedera dan ditarik keluar dari lapangan. Setelah ia meninggalkan lapangan, Nani mengambil alih ban kapten. Joao Mario pasti salah satu pemain terbaik di sini, ia unggul dalam pertempuran lini tengah melawan Paul Pogba. Pepe juga menampilkan permainan yang heroik dalam lini pertahanan.

Ada saat-saat keberuntungan bagi Portugal, yang mana Andre-Pierre Gignac memiliki peluang melalui kaki kanannya dengan praktis tendangan terakhir dari 90 menit pertandingan, namun tendangan tersebut membentur tiang.

Eder memberikan Portugal momen yang di nanti selama ini pada menit 109. Dia mampu menggoyahkan gawang Hugo Lloris dan memberikan sukacita untuk 11 juta orang sebangsanya.

Ini merupakan kemenangan bagi Portugal atas nama Ronaldo. Dia adalah pemegang rekor caps, pencetak gol terbanyak, kapten mereka dan pemain terbesar yang pernah mereka miliki. Tapi di Stade de France pada Minggu malam, dia bukan salah satu dari 11 pemain. Dia adalah salah satu dari 11 juta bangsa Portugis lainnya yang hanya bisa menonton pertandingan setelah mengalami cedera yang di deritanya pada tengah pertandingan.

Perancis bersedih di akhir. Mereka berdiri di sekitar lapangan dan bertanya-tanya bagaimana semua ini terjadi. Ronaldo tahu bagaimana rasanya, dia merasa hal yang sama persis pada 12 tahun lalu ketika Yunani merebut trofi dari genggaman Portugal di Estadio do Sport Lisboa e Benfica. Ini telah lama dinanti dan ketika itu datang itu sepenuhnya layak.

Mungkin kurangnya Ronaldo dia tidak selalu bermain baik pada turnamen ini, dia memiliki permainan individu buruk melawan Islandia, Austria dan Polandia. Portugal mungkin mendapatkan yang lebih jika Santos bisa menggantikan dia.

Tapi itu menjadi salah satu ulasan mengapa mereka layak untuk memenangkan turnamen ini. Mereka telah mengandalkan pertahanan mereka. Mereka telah melakukan upaya kolektif yang kuat. Mereka mencoba untuk bermain sepak bola nol risiko dan memaksimalkan kesempatan mereka untuk menang. Itu tidak selalu cantik, tapi setidaknya lebih baik daripada bermain jelek dan menang.

Portugal adalah juara yang layak dan mereka melakukannya tanpa pria yang seharusnya membawa mereka sejauh yang dia bisa. Ronaldo telah memenangkan cukup banyak pertandingan untuk Portugal, sudah waktunya mereka membayarnya kembali.